Rabu, 10 Februari 2016

Gatot Pujo Mengaku Siapkan Uang Rp 500 Juta untuk Seseorang di Kejagung


Gatot Pujo Mengaku Siapkan Uang Rp 500 Juta untuk Seseorang di Kejagung 
  Jakarta- Gubernur Sumatera Utara non aktif Gatot Pujo Nugroho mengaku diminta uang oleh kuasa hukumnya OC Kaligis untuk diberikan ke pihak Kejaksaan Agung. Uang itu menurut dia akan diberikan kepada seseorang bernama Maruli. Gatot tak tahu apakah Maruli yang dimaksud adalah mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Maruli Hutagalung.

"Surat itu atas nama Maruli. Nilainya Rp 500 juta," kata Gatot dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2016).

Gatot juga tak tahu pasti apakah uang tersebut benar-benar diberikan kepada Maruli atau tidak. Menurutnya, semua pemberian itu merupakan inisiatif dari OC Kaligis. Gatot juga mengaku, awalnya tidak tahu bahwa uang itu akan diberikan kepada jaksa.

"Kami posisikan itu sebagai uang fee (dari klien untuk lawyer). Tapi peruntukannya apa, kami tidak tahu," kata Gatot.

Gatot juga mengaku tak tahu adanya suap yang diberikan untuk tiga hakim PTUN Medan. Sebab saat pemberian uang suap tersebut, Gatot sudah ditahan di KPK. Saat itu istri mudanya, Evy Susanti yang rajin berkonsultasi dengan OC Kaligis.

Sementara itu, menurut Evy, ia sebetulnya keberatan dengan permintaan uang dari OC Kaligis terkait pengurusan perkara di PTUN Medan. Evy mengaku menunda-nunda mengabulkan permintaan uang sebesar 30.000 USD kepada OC Kaligis.

Namun karena terus diminta dan diberikan bukti invoice, Evy akhirnya membayarnya. Uang tersebutlah yang akhirnya digunakan oleh OC untuk menyuap ketiga hakim PTUN Medan.

"Saya dua kali bertemu Pak OC dan tidak saya berikan uangnya. Karena saya dari awal sudah minta agar gugatan PTUN dicabut saja," kata Evy yang diperiksa dalam persidangan yang sama

Dokter: Jamur Penyebab Panu Dimiliki Semua Orang, Normal Kok


Dokter: Jamur Penyebab Panu Dimiliki Semua Orang, Normal Kok

Jakarta, Selama ini panu sering dikira sebagai penyakit menular, sehingga orang cenderung akan menjauhi mereka yang diketahui mengidap panu. Padahal kenyataannya justru tidak harus seperti itu.

Alasannya, jamur penyebab panu yaitu malasezzia furfur, faktanya memang dimiliki oleh semua orang. Demikian disampaikan dokter spesialis kulit dan kelamin di EDMO Clinic Jakarta, dr Eddy Karta, SpKK.

Jamur tersebut mengganggu proses pigmentasi normal sehingga menimbulkan perubahan warna atau belang pada kulit. Daerah yang paling sering terkena adalah leher, punggung atas, dada, wajah dan bahu. Jika tidak segera diobati, infeksi ini makin lama akan membesar dan menyebar ke daerah di sekitarnya.

Baca juga: Bercak Putih Akibat Panu atau Gejala Kusta? Ini Bedanya
Jamur ini berkembang biak akibat faktor-faktor lain, di antaranya kelembaban kulit yang berlebih, kadar minyak yang meningkat seperti penggunaan bahan berminyak pada produk tubuh, dan kecenderungan genetik kulit seseorang yang mudah ditumbuhi jamur.

"Faktor-faktor pendorong di atas menyebabkan jamur dapat tumbuh dan hidup terus di kulit pasien. Jamur ini memang normal ada di setiap orang, jamur ini tumbuh berlebihan dan menimbulkan gejala jika lingkungan mendukung," imbuh dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/2/2016).

Meskipun demikian, bukan berarti lantas Anda bisa sembarangan memakai fasilitas umum dan tidak menjaga kebersihan. Tetap perlu diingat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi timbulnya panu, yaitu:

1. Jangan malas mengelap keringat.
2. Tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain seperti handuk, sabun batang, sepatu atau sandal saat menggunakan fasilitas umum.
3. Menggunakan alas kaki jika sedang berjalan di tempat yang lembab seperti kamar mandi umum, tempat bilas atau di sekitar kolam renang.
4. Membilas tubuh dengan sabun antiseptik setelah selesai berenang.

Arsenal Akan Pastikan Persaingan Titel Berjalan Ketat


Arsenal Akan Pastikan Persaingan Titel Berjalan Ketat
London - Inkonsistensi diakui jadi isu Arsenal sejauh ini, tapi itu dinilai tak lepas dari problem cedera. The Gunners diyakini akan bikin persaingan titel terus ketat.

Arsenal dalam sejumlah momen di musim ini memang tampak goyah. Misalkan ketika melaju hanya dengan dua kemenangan dalam tujuh pertandingan pada rentang akhir Oktober sampai akhir November.

Atau ketika hanya memetik satu kemenangan dalam lima pertandingan sejak medio Januari sampai awal bulan Februari ini. Kemenangan atas Bournemouth akhir pekan lalu memastikan The Gunners memperbaiki catatan tersebut.

Naik turunnya performa Arsenal ini turut memengaruhi posisi mereka di papan klasemen. Tim besutan Arsene Wenger itu terus berubah-ubah posisi, sempat memuncaki klasemen, tapi juga mudah melorot.

Saat ini mereka ada di posisi tiga klasemen dengan nilai 48 dari 25 pekan, tertinggal lima poin dari Leicester City di puncak dan kalah selisih gol dari Tottenham Hotspur di urutan dua.

Perihal inkonsistensi itu, cederanya sejumlah pemain diyakini berperan besar. Tapi kini anak-anak London utara mulai bisa bermain dengan skuat terbaiknya lagi karena sejumlah pemain sudah pulih. Saat ini hanya Santi Cazorla, Jack Wilshere, dan Tomas Rosicky yang masih dalam perawatan.

Paul Dickov percaya Arsenal kini akan memastikan persaingan gelar tetap ketat, meski Leicester tengah memimpin lima poin. Selisih lima angka itu sendiri bisa ditipiskan kala Arsenal dan Leicester berhadapan di Emirates Stadium, Minggu (14/2/2016) malam WIB akhir pekan ini.