Rabu, 27 Januari 2016

Mayoritas Anggota Parlemen Australia dari Partai Pemerintah Tolak Pernikahan Gay

Mayoritas Anggota Parlemen Australia dari Partai Pemerintah Tolak Pernikahan GayMayoritas anggota Parlemen Australia dari Partai Koalisi Liberal Nasional yang memerintah, menyatakan menolak adanya pernikahan sesama jenis. Dari 123 wakil rakyat baik di DPR maupun di senat, 83 orang tegas menolak.
Demikian data yang dikumpulkan LSM Australian Marriage Equality (AME) serta hasil interview ABC mengenai sikap wakil rakyat dari partai pemerintah ini terhadap isu pernikahan gay.
Menurut hasil analisi AME, sebenarnya ada 18 wakil rakyat dari Partai Koalisi yang mendukung, serta 22 orang lainnya yang belum menyatakan sikapnya.
Kebijakan kedua partai yang berkoalisi ini adalah mempertahankan definisi pernikahan tradisional, yaitu antara pria dan wanita.
Namun setelah melalui berbagai rapat internal partai tahun lalu, para wakil rakyat dari Partai Koalisi setuju untuk melakukan voting dengan pilihan: apakah akan melegalisasi pernikahan gay setelah pemilu mendatang.
Jika tidak ada aral melintang, pemilu Australia dijadwalkan berlangsung akhir 2016.
PM Malcolm Turnbull sendiri secara pribadi mendukung pernikahan gay, namun secara politik menghendaki adanya plebisit atau voting oleh rakyat banyak.
Terkait rencana plebisit ini, tahun lalu PM Turnbull menyatakan, "ketika rakyat Australia mengambil keputusan, keputusan itu akan berlaku".
Namun Senator Partai Liberal asal Tasmania, Eric Abetz, melontarkan pernyataan yang berlawanan dengan PM Turnbull.
"Terserah masing-masing anggota untuk memutuskan apakah plebisit itu benar-benar mencerminkan pandangan rakyat Australia," katanya.
"Ada anggota parlemen yang tak bisa mendukung hasil plebisit apapun hasilnya nanti. Misalnya, jika mayoritas rakyat menyatakan 'tidak' kepada pernikahan gay, apakah Warren Entsch (anggota parlemen yang mendukung pernikahan gay) akan berhenti menyuarakan isu ini. Saya yakin tidak," kata Senator Abetz, yang dikenal sebagai pendukung setia Tony Abbott.
Namun Warren Entsch mengatakan, pemerintah akan terikat pada hasil voting nasional atau plebisit atas isu ini.

Rabu, 20 Januari 2016

Pantai Mawun di Lombok yang Berair Biru Toska

Perairan di sekitar Pulau Lombok, NTB terkenal jernih. Di Pantai Mawun, Lombok Tengah, traveler bisa berenang di perairan biru toska yang indah.
Pantai Mawun terletak di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang, serta pasir putih yang lembut. Air lautnya berwarna biru toska, ombaknya pun cukup tenang sehingga aman untuk berenang.

Bos Yamaha Tech3: Marquez adalah Gunung Api di MotoGP



MotoGP 2015 bukan musim terbaik bagi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Setelah enam kali gagal finis, Marquez menutup musim dengan berada di peringkat ketiga klasemen akhir.

Meski begitu, bagi bos tim MotoGP Monster Yamaha Tech3, Herve Poncharal, Marquez tetap jadi pebalap terbaik. Menurut dia, pebalap 22 tahun tersebut merupakan gunung api di MotoGP.

"Marquez adalah duta terbaik untuk MotoGP kerena dia merupakan gunung api! Luar biasa. Saya senang melihat Marc balapan, dan menurut saya, dia punya efek besar pada olahraga ini," kata Poncharal kepada Crash.net.

"Buat saya, Marquez tetap pebalap paling menarik untuk ditonton. Dia adalah tipe pebalap yang ingin saya tonton karena semuanya lebih dari biasanya. Namun, ini yang kita suka," kata Poncharal.

Menurut pria Prancis tersebut, Marquez dan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) sama-sama cepat. Namum, keduanya memiliki cara yang berbeda untuk mengembangkan kemampuan.

"Melihat Jorge, jika tidak memegang stopwatch, kamu akan berpikir dia sedang memanaskan ban! Namun, ketika kamu melihat Marc, kamu berkata 'sial'!" ujar Poncharal.

"Sitiap tikungan dia sepertinya akan mengalami kecelakaan. Kamu akan berpikir tidak ada di dunia ini yang bisa lebih cepat dari Marquez," katanya menambahkan.

Poncharal juga mengaku senang melihat gaya balap Lorenzo yang bersih dan dengan kemampuan teknik bagus. Meski begitu, menurut dia, hanya para ahli yang bisa menghargai hal tersebut.

"Namun, Marc -meskipun orang berusia 75 tahun dan tidak pernah naik motor- bisa melihat aksinya di TV dan berkata 'wow'!" kata Poncharal.

Pada musim 2015, Marquez enam kali gagal finis karena terjatuh. Angka ini lebih banyak dari jumah kemenangan yang dia raih, yiatu lima kali.

"Seperti yang dikatakan Marc, dia belajar dari kesalahan. Sebenarnya, saya tidak yakin karena setelah beberapa kali jatuh, dia berkata 'saya telah belajar', tetapi pada balapan berikutnya atau beberapa balapan setelah itu, dia jatuh lagi!" kata Poncharal disertai senyum.

"Menurut saya, para pebalap di posisi satu-dua-tiga (Lorenzo, Rossi, dan Marquez) jelas yang terbaik, paling cepat, dan paling menarik untuk ditonton," ucapnya menambahkan.

Makanan Tinggi Lemak Bisa Ubah Rasa di Lidah dan Dorong Makan Berlebih

Makanan Tinggi Lemak Bisa Ubah Rasa di Lidah dan Dorong Makan Berlebih
Makanan tinggi lemak bila dikonsumsi berlebih dapat mudah menyebabkan kondisi berat tubuh berlebih atau obesitas. Hal ini sudah umum diketahui, tapi mengapa kadang masih ada yang tak bisa mengendalikan dirinya makan makanan tinggi lemak?

Peneliti dari Deakin University, Australia, mencoba mencari jawabannya dan menemukan ketika seseorang mengonsumsi diet tinggi lemak, ternyata lidah lama kelamaan akan kehilangan sensitivitasnya. Artinya lidah menjadi butuh lebih banyak lagi makanan yang masuk agar terasa 'enak'.

Salah satu peneliti Professor Russell menambahkan bahwa hal yang sama terjadi juga di dalam perut. Semakin banyak lemak yang masuk maka tubuh perlu konsentrasi ekstra untuk mengidentifikasinya.

"Dan ini adalah bagian yang penting agar seseorang bisa berhenti makan," ujar Russell menjelaskan kehilangan sensitivitas ujungnya membuat orang jadi lebih sulit merasa kenyang.

Rabu, 06 Januari 2016

Momen-momen Terbaik MotoGP 2015

Momen-momen Terbaik MotoGP 2015Tahun ini jadi salah satu musim paling menarik sepanjang sejarah MotoGP dengan banyak drama terjadi di dalam dan luar lintasan. Sederet momen mencengangkan dan mendebarkan membuat musim 2015 layak dikenang.

Ada banyak cerita menarik dari musim MotoGP 2015 yang baru tuntas pada seri terakhir di Valencia. Marc Marquez ternyata harus merelakan mahkota juaranya melayang setelah kehilangan daya saing sejak awal musim. Sementara duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, meraja dengan bergantian meraih kemenangan dan bertengger di puncak klasemen.

Butuh balapan di seri terakhir dan Rossi yang start dari posisi paling belakang untuk mengantar Lorenzo meraih gelar juara dunianya yang ketiga di kelas MotoGP. Sementara The Doctor dipaksa menelan pil pahit karena batal meraih titelnya yang ke-10.

Di antara crash yang terjadi, persaingan sengit antara rekan setim, hingga tudingan konspirasi dan persekongkolan, berikut sederet momen yang membuat MotoGP 2015 menjadi tontonan yang sangat menghibur, dikutip dari banyak sumber: